Diselenggarakan Oleh :
logo logo logo

Topik Simposium

1. Manfaat Kawasan Konservasi Perairan



Makalah yang akan disajikan dalam topik ini adalah berbagai pembelajaran dari lapangan mengenai manfaat ekologi, sosial, ekonomi maupun budaya yang dirasakan oleh masyarakat sebagai dampak dari adanya kawasan lindung pesisir dan perairan di wilayahnya. Kawasan lindung di sini tidak terbatas pada kawasan konservasi perairan yang disahkan oleh pemerintah, tetapi juga kawasan lindung secara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat secara turun temurun.


Sebagaimana diketahui bahwa kawasan konservasi perairan memiliki peranan penting secara ekologi sebagai penyedia stok larva berbagai biota untuk area di sekitarnya. Lebih luas, KKP juga memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat lokal. Beberapa daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal berupa kawasan lindung musiman (buka-tutup) maupun kawasan lindung permanen (tempat keramat) yang diakui secara adat dan dipatuhi oleh masyarakat. Meskipun sedikit yang menyadari, namun sesungguhnya KKP non formal ini memiliki kontribusi dalam kelestarian lingkungan. Selain kawasan lindung yang dikelola secara tradisional atau adat, materi yang dapat diangkat dalam topik ini adalah keuntungan yang diperoleh masyarakat dari sisi peningkatan nilai ekonomi, sosial dan budaya yang disumbang dari sektor perikanan, budidaya, pariwisata dan transportasi. Materi lainnya yang dapat disajikan adalah manfaat KKP untuk perlindungan habitat dan keanekaragaman hayati serta praktek-praktek bijak pengelolaan KKP (BMP) dan pendanaan berkelankjutan yang dipraktekkan di dalam KKP.


Dengan mengangkat kisah-kisah sukses dari pengelolaan KKP yang berhasil diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat yang lebih luas sekaligus bukti bahwa kawasan konservasi perairan dalam bentuk formal maupun non formal memiliki manfaat bagi masyarakat. Dalam topik ini diharapkan ada perwakilan dari praktisi, masyarakat lokal, dan CSO yang bekerja di masyarakat.


2. Strategi Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil



Makalah yang akan dipresentasikan dalam topik ini adalah berbagai penelitian atau pembelajaran mengenai strategi pengelolaan KKP dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam pembuatan desain KKP maupun pengelolaan sumber daya perikanan dalam KKP.


Untuk mencapai KKP yang efektif diperlukan desain kawasan yang tepat dan strategi pengelolaan kawasan yang adaptif. Saat ini banyak pendekatan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh intitusi pendidikan maupun praktisi untuk membantu mengambil keputusan di mana lokasi terbaik KKP. Namun, belum banyak pihak yang memanfaatkan ilmu pengetahuan ini dalam menentukan KKPnya. Selain penentuan lokasi, strategi pengelolaan KKP juga berperan penting dalam meningkatkan efektivitas KKP. Strategi pengelolaan yang dimaksud di sini antara lain adalah penegakan hukum, kelembagaan, serta kearifan lokal yang ada dalam masyarakat yang dapat mendukung KKP.


Selain dua hal di atas, faktor yang tidak kalah pentingnya adalah strategi pengelolaan perikanan. Strategi pengelolaan perikanan diperlukan untuk memastikan stok yang ada di alam tetap terjaga untuk memperkuat ketahanan pangan dan perkeonomian masyarakat. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan perikanan dalam KKP dapat berupa pemanfaatan perikanan, pendekatan-pendekatan ilmiah untuk membantu mengatur pemanfaatan perikanan dari sisi alat, jumlah, jenis dan atau lokasi tangkapan.


3. Status dan ancaman Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau-pulau kecil



Makalah yang akan disajikan dalam topik ini mengenai berbagai informasi terbaru mengenai status ekosistem pesisir di berbagai lokasi di Indonesia, dampak dari aktivitas manusia terhadap kondisi ekologi dan sosial serta dampak perubahan iklim terhadap kondisi ekologi.


Laju pembangunan yang tinggi di wilayah pesisir disadari atau tidak akan berpengaruh terhadap kondisi ekosistem di pesisir. Aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan mangrove menjadi peruntukan lain (lahan terbangun atau tambak), penambangan karang, penangkapan ikan menggunakan bom dan bahan beracun, pembabatan lamun untuk keperluan wisata, dan lain-lain akan menyebabkan penurunan kualitas lingkungan secara bertahap.


Selain aktivitas manusia, ancaman berikutnya berasal dari perubahan iklim global seperti peningkatan suhu rata-rata permukaan laut, kenaikan muka air laut dan perubahan pola arus karena peningkatan intensitas El Nino dan La Nina (Sofian et al, 2011). Ancaman perubahan iklim ini pun mempengaruhi ekosistem pesisir seperti abrasi, pemutihan karang, dan lain-lain.


Kondisi-kondisi yang terjadi, dampak dan adaptasinya perlu didokumentasikan dengan baik agar dapat menjadi pembelajaran bagi pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Dalam kelompok bahasan ini diharapkan muncul berbagai informasi terbaru mengenai status ekosistem pesisir di berbagai lokasi di Indonesia, informasi mengenai jenis ancaman yang terjadi serta dampaknya terhadap kondisi ekologi dan sosial.